Jl. Petemon III / 187B, Surabaya Jawa Timur T. (031) 9901 5203

PANDUAN MEMILIH PAKET CCTV RUMAHYANG SESUAI KEBUTUHAN

Saat ini ada dua jenis kamera CCTV yang bisa anda pilih sesuai kebutuhan. Yang pertama, paket konvensional yang menggunakan DVR, Harddisk dan kabel. Yang lainnya menggunakan wifi dan memory card micro sd, biasa disebut dengan cloud camera atau P2P IP Camera. Di mana letak perbedaan utamanya, apa kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem kamera keamanan ini dan mana yang sebenarnya anda butuhkan ?

Panduan memilih paket CCTV yang sesuai kebutuhan kita

MENGENAL KAMERA CCTV ANALOG DAN DIGITAL

Cara paling mudah untuk mengetahui kamera CCTV Digital atau analog dengan melihat kabelnya. Kalo besar pasti kamera analog, kalo kecil berarti kamera digital. Kalo konektor kameranya bulat (BNC) pasti kamera analog, sedangkan IP Camera menggunakan konektor kotak yang disebut RJ-45.

Bentuk kabel CCTV Analog sama dengan kabel antena TV kita, biasa disebut dengan kabel coaxial. Dengan kata lain, kita bisa menggunakan kabel antena TV untuk menyambungkan kamera dengan alat perekam (DVR). Sedangkan kamera CCTV digital menggunakan kabel LAN/UTP untuk menyambungkan alat perekam (NVR) dengan kameranya. Biasanya warna kabelnya abu-abu dan berdiameter 1/2cm.

Perbedaan kabel CCTV analog dengan IP Camera
Perbedaan kabel CCTV Analog dengan IP Camera

Mengapa ada kamera analog dan kamera digital ? Dimana letak perbedaannya. Kamera analog memiliki sensor analog, sementara kamera digital memiliki sensor digital. Dengan kata lain, hasil kamera digital lebih tajam, lebih bersih dan lebih detail daripada kamera analog yang menyebabkan harganya lebih mahal. Perbedaan harganya bisa 3-10 kali tergantung dari megapixel-nya.

Contoh paling mudah dari kamera digital adalah kamera ponsel anda. Gambarnya lebih bersih dan lebih tajam daripada kamera CCTV analog. Kamera 1.3 Mp akan kalah tajam dengan kamera 5 Mp.
Kamera belakang ponsel anda hasil foto atau videonya lebih baik daripada kamera depan karena resolusi kamera belakang selalu lebih besar daripada kamera depannya.

Karena kamera digital atau lebih dikenal sebagai IP Camera sudah menggunakan teknologi digital, maka tidak memerlukan alat lain agar bisa dilihat secara online. Anda bisa menyambungkan kabel Network Camera ini langsung ke router, mengakses IP Address-nya dari ponsel android/apple dan langsung kelihatan video-nya. Sementara kamera analog membutuhkan alat konverter yang mengubah sinyal analog ke digital. Karena itu kamera analog harus disambungkan ke DVR dulu agar bisa dilihat online dari internet.

Istilah DVR biasanya digunakan untuk kamera analog yang memiliki singkatan dari Digital Video Recorder. Sedangkan NVR atau Network Video Recorder untuk IP Camera. Fungsi utama DVR adalah merubah sinyal analog ke digital dan merekam hasil video dari kamera. Sedangkan fungsi NVR hanya merekam hasil kamera. Anda bisa mengunakan komputer PC/Laptop untuk merekam hasil IP Camera dengan meng-install program yang biasanya disediakan oleh pabrikan CCTV.

Tetapi anda tidak bisa merekam kamera analog tanpa menggunakan DVR. Walaupun sudah menginstall programnya. Mengapa ? Karena prinsip analog-digital ini. Tetapi anda bisa merekam hasil kamera analog ke PC dengan DVR walaupun di dalamnya tidak memiliki harddisk. Jadi mengapa tidak menggunakan PC untuk merekam kamera CCTV ? Bukankah kita bisa hemat biaya ?

Jika dilihat dari biaya pembelian DVR dan Harddisk, memang lebih hemat di biaya awalnya. Tetapi biaya operasionalnya lebih mahal. Paling gampang dilihat dari sisi biaya listriknya. Konsumsi listrik sebuah DVR hanya 24 watt sementara konsumsi listrik PC minimal 100 watt. Perbedaan biaya operasionalnya 4 kali perdetik. Faktor lain yang tidak anda perhitungkan adalah disain produk. Sebuah PC tidak di-disain untuk menyala 24 jam/hari, 7 hari/seminggu. Apalagi komputer rakitan, padahal kita membutuhkan kamera untuk merekam lokasi setiap detik. Sementara sebuah DVR memang di-disain sedemikian rupa untuk menyala 24 jam/hari dengan usia pemakaian di atas 2 tahun. Bisa sampai 5 tahun lebih. Lagipula saat ini harga sebuah DVR jauh lebih murah daripada harga PC Rakitan.

Pada awal perkembangannya kamera analog memiliki resolusi 420TVL yang tampak halus di TV Tabung. Kemudian muncul resolusi yang lebih tinggi 540 TVL yang lebih tajam lagi. Teknologi terkini kamera analog memiliki resolusi 1.000 TVL, tetapi kamera analog dengan kemampuan seperti ini tidak masuk di Indonesia karena harganya selangit. Yang masuk ke pasar kita hanya 900 TVL, tetapi kebanyakan 900 TVL banci yang sebenarnya memiliki resolusi 540 TVL. Peredaran produknya pun hanya seumuran jagung karena kehadiran kamera analog ber-resolusi HD (High Definition).

DVR CCTV analog Dahua
DVR, sebagai alat merekam hasil CCTV, baik analog atau digital

Salah satu faktor pemicu munculnya kamera CCTV HD ini adalah TV LCD. Kamera yang biasanya kita lihat bagus di TV Tabung itu ternyata gambarnya jelek di TV LED. Penyebabnya adalah perbedaan resolusi gambar. TV Tabung memiliki resolusi CGA sedangkan HD TV memiliki resolusi HD. Atau 680x450 pixel (CRT) berbanding 1280X720 pixel (LED). Jelas sekali hasil videonya terlihat kotak-kotak karena jumlah pixel TV tabung hanya 292.500 pixel sedangkan TV flat 921.600 pixel atau 3 kali lebih banyak.

Bayangkan dua kotak ukuran 1x1cm dengan gambar wajah orang. Kotak pertama terdiri dari 292.500 titik. Bagian matanya memiliki 5.000 titik, bibirnya 3.000 titik. Sedangkan bagian mata di kotak berikutnya memiliki 15.000 titik dan bibirnya 9.000 titik. Bentuk dan warnanya akan terlihat lebih jelas di kotak kedua yang memiliki pixel lebih banyak (921.600 titik).

Saat ini, tv tabung menjadi barang langka. Tetapi belum sepenuhnya punah di Indonesia karena tv jenis ini bisa diperbaiki dan komponennya mudah dicari. Berbeda dengan TV LED yang harus diganti satu modul. Harga spare part nya pun hampir separuh harga beli TV baru. Meskipun niat ganti, sparepart nya pun belum tentu tersedia. Mengapa ? Karena pabrikan begitu cepatnya mengganti teknologi produknya. Hampir tiap bulan muncul model baru dengan kemampuan yang lebih baik dari produk sebelumnya dan dengan biaya produksi yang lebih murah.

Demikian pula dengan teknologi kamera CCTV sekarang ini. 4 tahun lalu, harga kamera CCTV HD merk Hikvision 600 ribu rupiah. Saat ini turun menjadi 225 ribu rupiah saja. Bahkan bisa turun lagi kalau kondisi perekonomian kita belum membaik. Demikian pula harga IP Camera yang 4 tahun lalu 1,9 juta, sekarang menjadi 900 ribuan. Kualitas gambarnya pun jauh lebih baik, kompabilitasnya pun juga. Bagaimana dengan usia produknya ? Sama...tetap kuat dan tetap awet. Permasalahannya hanya di power supply atau adaptornya.

90 % kerusakan kamera karena “No Signal” atau “Video Loss” disebabkan karena adaptor ini. Jenis kerusakannya ada dua. Konsleting dan lemah. Rusak karena konslet bisa dicek langsung ke lampu indikatornya yang mati. Sementara kerusakan karena adaptor lemah lebih sulit dideteksi, lampu indikatornya nyala, tetapi tidak keluar gambar di televisi kita. Penyebabnya, kemampuan adaptor yang asalnya bisa menghantarkan arus 1 ampere, karena satu atau beberapa komponen yang rusak, maka hanya bisa mengeluarkan arus 0,5 ampere sehingga tidak kuat untuk menyalakan kamera walaupun masih kuat untuk menyalakan lampu indikatornya.

Contoh kamera CCTV Analog Contoh kamera CCTV IP Camera

Kalau harga kamera murah, kenapa orang tidak beralih ke Ip Camera saja ? Bukankah gambarnya lebih baik ? Betul ! Hasil videonya memang jauh lebih baik, tetapi anda harus mengganti instalasi kabelnya. Kamera analog menggunakan kabel coaxial sementara IP Camera menggunakan kabel UTP. Biaya totalnya menjadi lebih mahal, karena itulah pangsa pasar IP Camera semakin mengecil.

Atas dasar itulah produsen mengeluarkan segmen pasar baru yang disebut dengan nama cloud camera atau P2P (peer-to-peer) camera. Sebuah ip camera yang berdiri sendiri, tidak memerlukan NVR untuk menyimpan rekaman videonya. Yang bisa terhubung langsung ke perangkat ponsel atau PC.

Cloud camera dan ip camera sama persis. Sama-sama bisa diakses langsung menggunakan ip address-nya. Perbedaannya hanya pada ada atau tidaknya slot memori micro sd. Ip camera tidak memiliki slot memori , sedangkan cloud camera pasti memiliki slot memori.

Cloud camera ini biasanya sudah dipaketkan dengan software yang bisa didownload langsung dari playstore. Dan sifatnya ekslusif. Satu merek cloud camera hanya untuk kamera itu. Beda merk beda aplikasi.

Contohnya untuk Yi Dome camera menggunakan aplikasi Yi Home. Kamera Xiaomi menggunakan aplikasi Mi Home. Kamera SPC menggunakan aplikasi Yoosee. Semua softwarenya tersedia di playstore atau App Market.

Perbedaan mendasar lainnya ada di Wifi. 95% cloud camera menggunakan wifi sebagai konektivitasnya. Sementara 95% ip camera menggunakan kabel. Walaupun ada juga ip camera yang memiliki fasilitas wifi dan juga ada cloud camera yang memiliki fasilitas kabel. Tetapi barangnya langka dan susah carinya.

Hal ini sejalan dengan fungsi cloud camera yang tujuannya adalah kemudahan. Mudah dipasang, mudah diaplikasikan dan mudah dilihat pake hp. Cara setting nya rata-rata butuh waktu kurang dari 3 menit. Tinggal download aplikasinya, daftar dan pairing. Jumlah kamera nya pun sesuai dengan jumlah kantong kita. Bisa sebiji hingga 100 biji.

 

MEMILIH CLOUD CAMERA MURAH BERKUALITAS

Perbedaan utama kamera P2P yang satu dengan lainnya terletak pada:

1. Resolusi gambar. 480p, 720p, 1080p
2. Sudut gambarnya
3. Daya tahan kamera

Cloud Camera SPC
Cloud Camera SPC, murah berkualitas. Garansi 1 Tahun.

Semakin tinggi resolusinya, semakin mahal harganya. Semakin jelas pula gambarnya. Masalahnya dengan produk yang dijual online itu ada pada kejujuran penjualnya dan kebenaran spesifikasi produknya. Hampir semuanya menulis resolusi gambar dengan kata bias, yaitu “Resolusi HD”

Resolusi HD yang benar menurut standar internasional adalah 1280x720p. Atau bisa juga dengan istilah 720p. Jika kurang dari itu, tidak boleh disebut HD. Harus disebut VGA. Contoh resolusi VGA adalah 640x480p atau 480p. Bisa juga 800x600p. Atau 960x576p, disebut 960H. Banyak sekali variasi resolusi gambar, tetapi patokannya adalah garis horizontal atau angka di belakang. Minimal harus 720p baru bisa disebut dengan HD.

Orang sering menyamakan resolusi HD dengan Digital. Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, tetapi hanya setengah benar. Semua yang HD pasti sistemnya digital. Tetapi yang digital belum tentu HD.

Salah satu cara memilih cloud camera murah berkualitas adalah memilih merk yang terkenal. Seperti Xiaomi, SPC, Yi Camera, Dahua atau Hikvision. Biasanya mereka jujur dengan spesifikasi produknya. Kalo ditulis HD berarti HD. Kalo ditulis 720p berarti 720p. Kalo ditulis 480p ya 480p.

Toko28.com menjual tiga macam cloud camera ini:

1. Resolusi 480p -- IP Camera SPC
2. Resolusi 720p -- Xiaomi Yi Dome
3. Resolusi 1080p -- Xiaomi Xiao Fang

Perbedaan utama kamera 480p dengan 720p ada pada sudut gambarnya. Cloud camera 480p sudut pandangnya lebih sempit daripada kamera 720p. Umumnya kamera 480p memiliki sudut 60 derajat. Sedangkan 720p sudutnya 90 derajat. Sudut pandang paling luas dimiliki kamera 1080p, bisa mencapai 106 derajat. Karena itu gambarnya agak melengkung di bagian ujungnya.

Contoh gambar kamera CCTV 480p Contoh gambar kamera CCTV 720p

 

KESIMPULAN

Selisih harga kamera bermerk dengan tanpa merk hanya sedikit. Karena itu lebih baik beli kamera bermerk terkenal yang harganya lebih mahal namun daya tahannya lebih lama. Tidak mudah rusak, awet digunakan.

Jika anda membutuhkan 1 atau 2 kamera CCTV untuk rumah atau kantor, maka pilihan yang tepat adalah jenis cloud camera. Jika kebutuhan anda lebih dari 4 kamera, maka sistem cctv yang cocok adalah menggunakan DVR dan kabel.

Ip Camera Xiaomi Xiao Fang Murah Surabaya

Xiaomi Xiao Fang

IP Camera Wifi Cloud P2P, HD 1080P, Motion Detection, Micro SD, Infra red, Push Video.

IP Camera Wifi SPC Smart Baby Cam

Ip Camera Wifi SPC

PTZ 360 derajat, Wifi, Micro SD up to 32Gb, HD 720P, 2-way audio, Onvif Support Hikvision